Atlit Pencak Silat Peraih Medali Emas Ini pernah Dilarang Silat oleh Sang Ayah

Atlit Pencak Silat Asal Garut, Yuristya Pramudita ternyata pernah tak direstui orang tua menjadi pesilat. Namun ternyata kini dia telah membuktikan diri sebagai atlit pencak silat Indonesia peraih medali emas di Asian Games 2018.

Kerangan ini diungkapkan oleh sang ayah Dani Kurnia (47) saat menyambut kepulangan anaknya di kawasan Kadungora, Garut. Dani Kurnia mengatakan anak pertamanya dengan Nuryani (46) itu sedikit keras kepala jika silat yang jadi tema perbincangannya.

"Anak saya berlatih setiap hari sejak kecil. Dia terus aja latihan," kata Dani kepada wartawan.

Tya, sapaan akrab Yuristya, mulai berlatih silat sejak kelas 5 sekolah dasar. Ayahnya Dani sempat melarang Tya untuk berlatih silat lagi karena kerap mengganggu pendidikan formalnya.


Atlit Pencak Silat Peraih Medali Emas Ini pernah Dilarang Silat oleh Sang Ayah
Atlit Silat Indonesia


"Tapi malah ngelawan, gak mau dilarang. Dia tetap latihan silat," katanya.

Namun Dani mengaku bangga dengan perjuangan anaknya itu. Dani mengaku terharu. "Enggak bisa berkata-kata. Saya bangga sama anak saya," ungkapnya.

Hasil latihan Tya tampak saat gelaran Asian Games 2018. Bersama dua rekannya, Gina Tri Lestari dan Lutfi Nurhasanah, Tya berhasil menyumbang emas bagi Indonesia dari nomor seni beregu putri.

Dalam pertandingan yang dihelat di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/08/2018) lalu, ketiganya sukses meraih poin tertinggi yakni 466 poin.


LihatTutupKomentar